Senin, 20 Agustus 2012

KEGIATAN SOSIAL (Proposal)





Salam Budaya…..!!,
Melihat perkembangan Desa Gabus sekarang ini sungguh sangat mencengangkan, sebagian masyarakat telah memiliki kemampuan ekonomi yang cukup mapan, terlihat dari makin ramainya kendaraan di jalan dan hampir setiap rumah memiliki kendaraan bermotor, semakin banyaknya toko/warung, koperasi maupun bank di sepanjang jalan utama maupun pasar, tak ketinggalan para pegawai negeri yang memiliki kemudahan menggunakan fasilitas untuk mencukupi kebutuhannya. Semua itu membuat kegiatan perekonomian berputar dengan cepatnya sehingga bila dibandingkan Gabus sekarang dengan Gabus sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu sungguh jauh perbedaannya baik dari sisi tingkat perekonomian maupun tampilan Desa Gabus sebagai sebuah wilayah hunian.
Luar biasa… itulah kata-kata yang sering terucap dari sebagian orang yang melihat perkembangan pesat Desa Gabus, akan tetapi kalau kita telaah lebih jauh perubahan yang terjadi atas perkembangannya terdapat hal yang mengkhawatirkan di sebagian kehidupan masyarakatnya, sebagai contoh masih terdapat anak anak yang tidak dapat melanjutkan sekolah karena ketidak mampuan orang tuanya, mulai menyusutnya budaya gotong royong, etika (sopan santun) di masyarakat, hilangnya seni budaya lokal permainan anak anak yang mengajarkan kebersamaan (jelong delik, gobak sodor, benthik, dll) anak anak lebih suka bermain PS di rumah sendiri atau nonton TV, dan hilangnya seni budaya yang lain seperti pencak pencik, angguk dll.
Hal ini bisa dipahami karena efek globalisasi dunia dan keterbukaan informasi yang tidak dapat dihindari sehingga berdampak luas pada sistem kebudayaan masyarakat dengan begitu cepatnya, sehingga sifat materialistis dan individualisme mulai menjadi budaya keseharian. Apabila kondisi seperti yang terjadi saat ini terus berlanjut bukan tidak mungkin Desa Gabus akan kehilangan jati dirinya dan berubah menjadi desa yang asing bagi warganya sendiri, warga tidak saling mengenal atau tahu kondisi (tidak peduli) tetangganya, makin surutnya etika (sopan santun) sehingga tidak ada lagi rasa hormat kepada orang tua dan hilangnya rasa kekeluargaan sebagai warga Gabus.
Peguyuban Sedulur Asih lahir dari rasa kekhawatiran tersebut dan ingin menjaga dan menumbuhkan kembali kekerabatan yang telah ada sejak dahulu melalui beberapa program kegiatannya. Peguyuban Sedulur Asih digagas oleh warga Gabus yang memiliki pandangan sama untuk memajukan Desa gabus melalui pendekatan budaya dan kami mengajak saudara saudara sebagai sesama warga untuk turut serta didalamnya.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat dan petunjuk-Nya agar kami mampu menjalankan dan menjaga rasa kekeluargaan warga Gabus serta menjadikannya sebuah budaya kekerabatan sehingga menjadikan Desa Gabus gemah ripah loh jinawi tata titi temtrem kerta raharja.



P R O F I L E :


NAMA ORGANISASI

Nama Organisasi adalah PAGUYUBAN SEDULUR ASIH

VISI :

Terbangunnya budaya kekerabatan yang tinggi di masyarakat sehingga mendukung peningkatan kesejahteraan, kemakmuran dan kerukunan masyarakat lahir maupun batin

MISI :

1.    Meningkatkan derajad pendidikan warga Desa Gabus minimal setingkat SLTA
2.    Meningkatkan taraf hidup masyarakat Gabus
3.    Meningkatkan kerukunan antar warga Desa Gabus
4.    Meningkatkan kualitas tatanan sosial masyarakat Gabus


PENDIRIAN

PAGUYUBAN SEDULUR ASIH didirikan di Gabus pada hari Sabtu tanggal 19 Mei 2012 oleh warga Gabus yang memiliki pandangan yang sama untuk memajukan Desa Gabus melalui pendekatan budaya.


KEPENGURUSAN

Susunan Pengurus PAGUYUBAN SEDULUR ASIH adalah sebagai berikut :
Ketua                                             : Sularto
Sekretaris                                      : M. Noor Zaeni
Bendahara                                     : Timbul Hadiyanto
Bidang Penggalangan Dana         : Didik Supardi
Bidang Humas                              : Sutopo Tridaya
                                                       

KEGIATAN

Cakupan Wilayah kegiatan PAGUYUBAN SEDULUR ASIH meliputi Desa Gabus dan sekitarnya, adapun kegiatan yang telah dilakukan sampai saat ini adalah memberikan bantuan bea siswa kepada anak dari keluarga kurang mampu sebagai salah satu upaya peningkatan derajad pendidikan,
Warga yang telah dibantu yaitu :
1.    Sriah binti Suparno, siswa kelas X SMA Islam Tuan Sokolangu Mojolawaran Gabus
2.    Yeni Dwi Jayanti binti Rebo, siswa kelas XI SMK (STM) Permata Nusantara Gabus



SUMBER DANA

Sumber dana diperoleh dari :
1.    Bantuan/sumbangan warga baik atas nama perorangan atau lembaga yang diberikan secara sukarela untuk kegiatan yang dilaksanakan oleh PAGUYUBAN SEDULUR ASIH.
2.    Usaha-usaha lain yang sah dan tidak menyalahi hukum atau aturan yang berlaku.

Bagi yang berkenan ingin memberikan bantuan/sumbangan dapat di kirimkan ke :
- Rekening Bank BNI Cab. Pati, No Rek : 0267291960, a.n Timbul Hadiyanto,
- Atau langsung ke Sekretariat Paguyuban Sedulur Asih.


SEKRETARIAT

Alamat Sekretariat  :
Rumah sdr Timbul Hadiyanto, Desa Gabus Rt 5 Rw V, Jalan Raya Gabus - Pati (Utara POM Bensin Gabus), Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.
Telepon : 085740541688, 081326249016



Gabus, 6 Agustus 2012
Pengurus
PAGUYUBAN SEDULUR ASIH
Ketua,


         ttd
S U L A R T O

2 komentar:

  1. Selamat dan sukses untuk warga Gabus, Kab. Pati
    Tolong no rekeningnya ya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. di dalamnya sekarang sudah ada mas, matur nuwun dukungannya

      Hapus