Tampilkan postingan dengan label Wong Gabus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wong Gabus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2011

AGOENG SOELISTIJONO

Lahir 18 Pebruari 1967.
Masa kanak-kanak hingga lajangnya dibesarkan dalam suasana sentuhan kampung budaya Gabus.
Sekali waktu pernah berguru ngelmu paguyuban-patembayan sebisa-bisanya. Sekarang menjalani kehidupan bangsa nomad, hidup berpindah-pindah dari satu masyarakat ke masyarakat lain mengikuti kemana angin meniup...

HANI INDRIYANI

Perempuan PNS yang tawanya renyah jebolan sekolah seni tari di Jogja ini pengelola sanggar tari Widyas Budoyo Gabus yang terletak di sebelah pojok lor wetan pasar gabus, dedikasi terhadap kesenian terutama seni tari tidak diragukan lagi, apapun event-nya asalkan tari jawa pasti oke...
Siswa tari yang nyantrik tak terhitung lagi banyaknya terutama dari anak-anak siswa SD dan SMP. Semua itu dilakukannya sebagai bentuk pelestarian budaya jawa khususnya tari dan pewarisan aset leluhur bangsa kepada generasi penerus ......siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikannya kalau bukan kita sendiri.......

S BUDI UTOMO

dia salah satu produk budaya yang tumbuh di desa gabus yang sekarang masuk dalam lingkungan teknokrat muda sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di semarang... kepeduliannya tentang pemberdayaan masyarakat selalu mengemuka... ide-ide pengembangan kapasitas manusia menggelitik nalar untuk selalu berolah pikir dan berolah rasa... kapan damai dan sejahtera hadir ditengah masyarakat...? dan bagaimana mencapainya...?
Katanya:  "kadang ,,, budaya dieja sebagai masa lalu yang kaya akan nilai, sarat akan makna. untuk itu ,,, dipertahankan dan dipuja. tidak boleh dirubah. tidak boleh diganti. mesti diuri-uri. anak kandung peradaban itu,,, juga dapat dieja sebagai cara dan laku kita hidup kekinian dan masa depan dengan/atau tanpa menengok ke belakang. budaya adalah dibentuk dan diciptakan dengan jaman dan lingkungan. tidak taken for granted,,,"

PUTUT PUSPITO EDI

pelukis sekaligus juga tukang tiup suling di kelompok musik "gagego musik kampung"... lukisannya sudah sering dipamerke di ajang pameran lukisan mulai dari pameran lukisan berskala rt-rw sampai nasional sudah pernah... kelompok musiknya juga sering pentas dimana-mana bayaran maupun tanpa bayaran... pekerja seni satu ini memang total dalam berkesenian... sehingga angen-angen tentang kampung seni dan budaya menjadi target yang mesti dicapai... dari sinilah dimulai semua itu.

Katanya: "Saat ini, generasi ini akan bicara hal ikwal 'kekinian' orang-orang sekarang sering bilang 'kontemporer' karena jejak masa lalu yg indah, dan masa depan di harapkan gemilang, lebih baek dari hari ini. Jadi tidak pada menyoal "ngelus-elus budaya kuno dan ketinggalan jaman," tetapi lebih kepada upaya mengambil dan belajar yang baek-baek dari produk yang pernah ada sebelum kita. RAHAYU!"

SAMNUR SAM

Lahir 10 Juni 1972... Waktu kecil gak tau nyanyi nek nyanyi suarane mblero, tapi saat ini dia adalah tukang gesek rebab ngrangkep vokalis kelompok musik "Gagego Musik Kampung" suara tenor dimilikinya, mungkin karena sering nglatih drama di sekolah-sekolah sehingga suaranya yang tadinya mblero jadi halus mulus....
Sepanjang perjalanan hidupnya lirik lagu, karya sastra maupun naskah drama banyak diciptakan dan dipentaskan
Berkesenian adalah pilihan hidupnya tak perduli orang-orang pada pamer dan berebut kadonyan, tapi panggilan jiwa untuk selalu nguri-uri kabudayan selalu bergelora di dadanya dan menempel di jidatnya...

KRISTIYONO

lahir 27 oktober 1966... perawakannya tinggi besar berambut ngombak cenderung kriting, kalo di pewayangan hampir mirip werkudoro kadang ya mirip burisrowo kalo pas nesu....
seperti werkudoro tindakan maupun prinsipnya lempeng galeng, kepedulian kepada wong cilik selalu menjadi background setiap langkahnya, jangan berani-berani menentang prinsipnya... tendang langsung mencelat tekan jabalekat.
kaos oblong dan celana komprang selalu melekat di badannya mboh iku ning acara santai maupun resmi, wayah siang maupun malam, cuaca udan maupun panas... tapi demi kemaslahatan orang banyak apapun akan dilakukan tanpa pamrih...

GEMBOENG PRAHARA


pendemen rokok mild sing iwut ngarak sesaji kanggo tentreme bumi gabus ini lahir dan tumbuh remaja di gabus, setelah itu mencoba melanglang buana mencari bekal dan pengalaman hidup...
tapi ternyata kenangan masa kecil dan remajanya di gabus terlalu kuat melekat di hati, akhirnya pulang kampung....
keinginan agar jati diri bangsa tidak terkoyak dan tergerus oleh roda kehidupan yang materialistis maupun sepetnya mripat meruhi budaya asing yang pada melenggang tak sopan, mendorongnya berbuat sesuatu.... 
revitalisasi budaya adalah pilihannya...

SUTOPO TRIDOYO

Lahir, 22 Agustus 1963.. ketua RT adalah jabatannya sekarang, boleh dibilang merupakan salah satu revolusioner kebudayaan di desa gabus, atas nama kebudayaan dirinya selalu tampil didepan.
Bicaranya blak-blakan, pengamatannya selalu tajam dan kritis sehingga terkesan galak padahal sebenarnya memang galak,... "lha nek ora digalaki ngko wong-wong ora nggenah iku da sak kepenake nglanggar tatanan ngrusak budayane awak dewe.. iya ora.. !?".

DWI RIYANTO

Lahir 15 Oktober 1962, cendekiawan ini asli gabus tapi sekarang tinggal ning ngarep gapuro btn gembleb pati (kulon ndalan) ana gang cilik pavingan iku mlebu ae. omah no 5 madep ngidul.
Sejak mula remaja suka akting dan baca puisi dimulai dari perkumpulan Persatuan Pelajar Gabus (PPG) jaman mono era tahun 1980-an sering manggung apa itu baca puisi apa itu teater apa itu kethoprak, makanya sekarang jadi penglatih drama di sekolah-sekolah dan sering mengikuti festival teater.
Konsistensi berkesenian membuahkan kepercayaan masyarakat seni se-Kabupaten Pati kepadanya untuk memegang tempuk kepemimpinan Dewan Kesenian Pati (DKP)